2009/06/19

Perbaikilah Kepribadian Anda, dan Anda Akan Sukses


Oleh: Tunggul Tranggono

"You are free to choose, but the choice you make today will determine what you will have, be and do in the tomorrows of your life" Zig Ziglar.


Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan: Bahwa lima belas persen (15 %) dari alasan mengapa seseorang berhasil meraih keberhasilan dalam pekerjaan banyak ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan mengenai profesi.


Bagaimana yang 85 %? Delapan puluh lima persen dari mereka yang meraih sukses, banyak ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan mengenai manusia! Survey yang lain pada 16 (enam belas) jenis industri di Amerika menunjukkan bahwa ternyata prestasi seseorang tidak ditentukan oleh faktor pendidikan formal apakah seseorang tersebut sarjana atau bukan sarjana,bukan oleh faktor jenis kelamin apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, bukan oleh ras apakah mereka itu kulit putih atau kulit hitam, dan juga bukan oleh umur apakah diatas 40 tahun atau dibawah 40 tahun.

Prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya. Bahkan disimpulkan juga bakat yang dibawa sejak lahir hanya berperan sebagai faktor imbuhan saja bagi prestasi seseorang. Kepribadian dan prestasi ibarat flight-attitude yang di-install pada cockpit pesawat terbang. Bila flight attitude menunjukkan kemiringan 45 derajat, maka berarti pesawat miring 45 derajat. Bila kepribadian seseorang tidak positif, maka prestasi yang bersangkutan tidak akan sukses, walau faktor pendukung kesuksesan yang lain dimilikinya. Oleh sebab itu apabila seseorang ingin sukses, tidak ada jalan lain kecuali menimba terus ilmu dan pengetahuan agar wawasannya luas, bekerja terus menerus agar memperoleh pengalaman dan mempertajam keterampilan, berpola pikir dan berpola tindak positif untuk makin menampilkan kepribadian yang positif. Tiga faktor ini yaitu "knowledge, skill and behaviour" oleh Dale Carnegie disebut sebagai faktor keberhasilan seseorang (The Triangle of Success).

KNOWLEDGE

Perjalanan jaman senantiasa diikuti dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi manusia yang terlahir pada jamannya dituntut setidak-tidaknya mengetahui apa yang terjadi dan sedang berkembang, kemudian menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dengan sikap yang adaptatif walau harus melakukan perubahan yang memerlukan pengorbanan. Dalam konteks bekerja dan pekerjaan misalnya, penerapan teknologi yang modern sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat mau tidak mau harus diterima dengan baik, sebab kalau kita tidak melakukannya, bukan hanya ketinggalan dengan yang lain, tetapi bahkan mungkin kita akan terlindas dengan perubahan/kemajuan yang sedang berlangsung. "Make change an ally!" Jadikan perubahan itu sahabat anda. Sebab alergi dengan perubahan, kita akan mandeg.


Dalam pergerakannya, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu bahwa jaman akan menawarkan kepada kita berbagai kesempatan terus menerus. Tinggal terserahlah kepada kita akan menyambut kesempatan tersebut dan menangkap atau membiarkannya berlalu. Yang jelas kesempatan yang sama tidak akan datang lebih dari satu kali, hilang diambil oleh yang lain atau lenyap tertelan waktu. Siap atau tidak siap salah satu keberhasilannya tergantung penguasaan kita terhadap ilmu kita yang kita miliki. Sebab menangkap kesempatan harus berbekal ilmu pengetahuan. Semakin luas ilmu kita semakin cakap kita mengambil kesempatan. Hanya orang yang membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang banyak mampu menangkap berbagai peluang dan kesempatan.

SKILL

Keterampilan pada akhirnya akan dicapai seseorang apabila mereka melakukannya dalam praktek. Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup untuk bisa disebut sebagai terampil apalagi ahli. Dengan praktek seseorang akan menemui berbagai pengalaman yang sangat variatif, berbagai persoalan dan bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut. Ini membuat penguasaan terhadap fungsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya semakin tajam. Berbekal ilmu pengetahuan ditambah pengalaman, seseorang akan mudah menemukan esensi dari ilmu pengetahuan tersebut, yang akan berpengaruh kepada keberhasilan dalam pengeterapannya. Solusi-solusi terhadap masalah bisa dipermudah sebab esensinya dikuasai. Untuk rakyatnya yang diharapkan bisa mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain / kapitalis, Mahatma Gandhi menghimbau agar rakyatnya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah dimilikinya untuk melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.. Beliau mengibaratkan betapa tinggi praktek itu dengan perumpamaan bahwa satu ons praktik nilainya sama dengan satu ton ilmu pengetahuan. Maksudnya adalah dengan praktik, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat dan ilmu yang lebih detail dan mendalam, sebab betul-betul dirasakannya dan dipahaminya.

BEHAVIOUR

Dipengaruhi oleh karakter yang terbawa sejak lahir, serta lingkungan kehidupan sehari-hari, seseorang akan tampil dengan ciri khusus yang mengemuka sebagai behavior dalam bentuk pola pikir dan pola tindaknya. Tampilan ini secara umum disebut sebagai kepribadian atau personality yang dalam awal tulisan disebut mempengaruhi pencapaian prestasi seseorang dengan dominan. Ada yang beranggapan kepribadian adalah pembawaan yang merupakan keturunan dari orang tua, atau yang tak bisa dirobah. Seorang sarjana, James William, menyatakan bahwa kepribadian seseorang ibarat bawang merah, yang apabila dikupas kulitnya, akan diketemukan kulit yang lain, begitu berkali-kali. Artinya kepribadian sebagai potensi sesungguhnya sangat banyak dimiliki oleh seseorang. Namun tidak nampak. Yang nampak atau ditampilkan sekarang ini adalah sebagian saja dari kepribadian yang dimilikinya. Hakekat dari pengibaratan ini adalah bahwa kepribadian itu bisa dikembangkan. "Attitude is learned, not inherited." Bisa dipelajari, bukan bawaan keturunan.

SELF DEVELOPMENT

Dengan berbekal ilmu pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill) dan kepribadian (attitude & behaviour) yang dimilikinya, seseorang akan berhasil dalam pekerjaannya dan berprestasi tinggi. Namun itu tentunya tidak cukup. Perjalanan zaman membuat pula "social environment" berkembang. Oleh sebab itu prestasi pun harus berkembang dari waktu ke waktu sehingga seseorang senantiasa dalam posisi "kini lebih baik". Ibarat perjalanan, prestasi berawal dengan pertanyaan untuk diri sendiri ; siapa saya, dimana saya, hendak kemana saya, bagaimana caranya agar sampai kesana.

SIAPA SAYA?

Alangkah sulitnya seseorang yang ingin berkembang tetapi tidak mengenal dirinya sendiri. Untuk itu jurnal kehidupan senantiasa harus diikuti, neraca kehidupan senantiasa harus dibuat. Dengan introspeksi, dengan retrospeksi. Seberapa luas ilmu pengetahuan kita miliki? Seberapa terampilkah kita bekerja? Sepositif apakah kepribadian kita? Pengenalan diri sendiri dan kesadaran akan kekuatan serta kelemahan sendiri merupakan modal utama seseorang untuk bisa melakukan pengembangan diri. Tidak pula bisa dianggap sepele adalah pengenalan seseorang dari atau oleh orang lain yang harus dimanfaatkan sebagai 'feed-back' bagi koreksi akan hal-hal yang tidak baik pada diri kita.

DIMANA SAYA?

Seseorang hidup di tengah-tengah masyarakat, tidak terlepas dari interaksi antar berbagai aspek kepentingan baik manusia yang memiliki kepribadian berbeda-beda., dengan teman sekerja, lembaga / perusahaan dimana kita bekerja, masyarakat, bahkan sistem kerja yang saling interaksi secara global. Seseorang selalu berada di tengah-tengah berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Oleh sebab itu dimana letak posisi seseorang dalam interaksi organisasi, apa statusnya, harus disadari sebagai awal pijak perjalanan prestasi yang panjang.

HENDAK KEMANA SAYA?

Tujuan hidup hendaklah jelas. Clear Goal in Life kata sebagian orang. Bekerja sebagai usaha mewujudkan tujuan hidup haruslah jelas juga.Buat apa kita bekerja?Puaskah kita dengan kondisi sekarang? Atau kita ingin berkembang? Kemana kita akan menuju? Menentukan tujuan dengan jelas merupakan motivasi yang akan menggerakkan kita. Seberapa kuat (strength) kita, apa saja kelemahan (weakness) kita. Apabila sudah kita ketahui, dinamika interaksi sosial banyak menawarkan peluang (opportunities). Bahwa kita bisa menggapai kesempatan, adalah tergantung kesiapan kita. Adakah itu? Di samping itu harus diwaspadai pula bahwa di dalam berbagai kesempatan, ada juga ancaman -ancaman (threats) yang bisa membuat tujuan kita gagal.

BAGAIMANA CARANYA?

Dibumbuhi oleh semangat (enthusiasm), seseorang harus mencapai prestasinya. Untuk itu dalam pelaksanaannya haruslah berbahasa prestasi, bermotif prestasi (achievement motive orieented). Pada diri seseorang, motif prestasi bisa dikembangkan. Kebiasaan mengetahui apa yang dilakukan, senantiasa ingin mencapai hal yang lebih baik dari waktu sebelumnya, membandingkan antara hasil dan resiko-resiko, akan membawa seseorang kepada peningkatan motif prestasi yang semakin tinggi. Akhirnya secara naluriah pada diri seseorang akan terbentuk jiwa yang selalu ingin berprestasi. Seiring perjalanan hidupnya, tampillah suatu sosok jati diri yang mencerminkan kepribadian yang positif,yang bisa filling-nya mempercepat pemilihan antara kegiatan yang berguna bagi prestasinya dengan yang tidak. Dan kata tanya yang tepat untuk ini adalah di dalam kita berkegiatan atau bekerja, selalu ada pertanyaan kepada diri sendiri kenapa tidak yang terbaik yang aku lakukan?

PRESTASI, TERMINAL DARI TUJUAN

Individu adalah bagian dari institusi. Apabiia individu-individu berkembang, berkembang pulalah institusi, demikian sebaliknya. Dan apabila institusi berkembang, celah dan kesempatan semakin banyak, yang bisa kita tangkap semakin banyak pula kemungkinannya. Secara umum, "performance" kita akan saling terkait dengan performance institusi dimana kita bekerja. Oleh sebab itu bagi yang memahami alur pemikiran ini tak ada pilihan kecuali mengejar prestasi dengan bekerja sebaik-baiknya, sebab jalan kearah pencapaian tujuan semakin terbuka.

Pada akhirnya seiring perjalanan umur, sampailah kita di terminal tujuan hidup kita, di puncak karir dan bolehlah kita menghela nafas panjang sambil berucap: "Alhamdulillah, aku menjadi sebaik-baik diriku. Alhamdulillah tidak sia-sia hidupku,".

Sumber: Majalah Human Capital No. 13 | April 2005

Meningkatkan Kemajuan Karir


Salah satu tujuan orang berkarier adalah mencapai prestasi puncak di bidangnya. Ini tentu diperoleh melalui proses yang terkadang tak mudah. Apalagi, persaingan di dunia karier saat ini sangat ketat.

Promosi kenaikan jabatan atau mutasi merupakan alternatif memajukan karier. Berkembangnya karier berarti peningkatan, baik peningkatan tanggung jawab, wawasan, maupun penghasilan. Nah, agar karier Anda bisa berkembang, simak beberapa tips penting berikut :

1. RENCANAKAN JAUH-JAUH HARI

Pikirkan betul-betul karier kita, bahkan hingga beberapa tahun mendatang. Jangan hanya terfokus pada pekerjaan yang sekarang. Sebaiknya, pikirkan pekerjaan atau posisi Anda lima tahun mendatang, misalnya, agar bisa memiliki gambaran yang jelas, di mana kira-kira posisi karier Anda di tahun mendatang.

Pergunakan waktu sebaik mungkin untuk merencanakan karier Anda. Banyak orang yang memulai bekerja tanpa memperhitungkan kariernya di kemudian hari. Yang terjadi, mereka tak mengalami perkembangan berarti meski telah berkarier sekian lama. Menentukan dan memperhitungkan karier memang tidak mudah, tetapi itu lebih baik daripada hanya menunggu keberuntungan atau nasib saja.

2. TINGKATKAN WAWASAN

Wawasan berhubungan dengan kinerja dan kreativitas. Oleh karena itu, wawasan sangat penting dalam karier. Apalagi jika bidang karier Anda berkaitan erat dengan perkembangan dunia.

Salah satu cara terbaik untuk menguasai bidang Anda adalah dengan membaca buku atau artikel-artikel tentang bidang tersebut. Selain itu, juga tak pernah absen melihat teve, membaca koran/majalah, atau surfing di internet. Anda juga bisa memperkaya wawasan lewat pergaulan. Jangan ragu membuka kontak dengan siapa saja dan dari bidang apa saja, karena itu akan memperkaya wawasan.

3. MILIKI KOMITMEN

Komitmen adalah kesanggupan untuk bertanggung jawab terhadap hal-hal yang dipercayakan kepada kita. Laksanakan tugas seperti yang diharapkan, bahkan kalau bisa melebihi target. Komitmen sangat penting, karena lewat komitmenlah kinerja seseorang bisa diukur, apakah memang bekerja sesuai tuntutan. Komitmen juga akan membantu orang mengenali siapa diri kita sebenarnya. Jika betul-betul memiliki komitmen untuk mengemban tugas yang dipercayakan kepada kita, maka bukan hal sulit bagi atasan untuk memberi kepercayaan lebih kepada kita.

4. IKUTLAH KURSUS, APA SAJA

Ikutilah pelatihan bagi karyawan kantor yang diadakan lembaga berkualitas. Anda akan memperoleh banyak pengetahuan yang berguna dalam jangka panjang. Banyak karyawan yang ragu mengikuti kursus singkat, karena padatnya jadwal pekerjaan mereka. Selain itu, faktor izin atasan juga sangat menentukan. Yang terpenting adalah niat Anda. Sampaikan terus terang kepada atasan, apa alasan Anda mengikuti kursus tersebut.

Anda juga dapat meningkatkan kemampuan dengan menghadiri seminar, karena banyak informasi dan perkembangan baru yang Anda peroleh dan bisa memperluas wawasan. Tentu, ini akan menjadi nilai tambah Anda di mata perusahaan.

5. IKUT ORGANISASI

Kini, banyak organisasi profesi yang didirikan untuk menampung orang-orang di bidang yang sama. Yang harus Anda cermati adalah memilih organisasi mana yang akan Anda ikuti. Tapi ingat, kegiatan-kegiatan di luar tugas kantor juga dapat merugikan Anda. Jadi, tak ada salahnya membicarakan lebih dulu rencana Anda dengan atasan. Bagaimana pun, prioritas utama adalah pekerjaan kantor.

Pisau, si Tajam Multifungsi


SEBAGAI isi wajib dapur, pisau selalu mudah ditemukan di area memasak. Si mata tajam yang dilengkapi dengan gagang tersebut dimanfaatkan untuk memotong bahan pangan. Mulai sayur hingga aneka daging.


Ada sejarah panjang yang mengantar pisau menjadi penghuni tetap dapur. Item itu dikenal sejak zaman prasejarah, sekitar dua setengah juta tahun silam. Di zaman kuno itu, wujudnya masih amat sederhana.
Terbuat dari bebatuan keras seperti obsidian yang diasah di salah satu sisinya. Menginjak era paleolitikum, bahan yang digunakan mulai beragam. Selain batu, mulai digunakan bahan lain seperti kayu dan tulang.


Kegunaannya yang tak pernah lekang oleh zaman membuat teknologi pembuatan pisau selalu mengalami perbaikan.
Saat bahan-bahan metal sudah dikenal, pisau dibuat dengan menggunakan bahan metal seperti perak dan tembaga. Pada zaman modern seperti sekarang, material yang digunakan makin bervariasi. Misalnya, karbon, keramik, titanium, dan stainless steel.


Untuk pisau dapur, material karbon dan stainless steel atau perpaduan keduanya paling banyak digunakan. Masing-masing bahan tersebut punya nilai plus-minusnya. Yanuar Kadaryanto, instruktur tata boga Tristar Culinary Institute, mengatakan, pisau stainless steel berkarakter keras dan tidak gampang berkarat. Namun, saking kerasnya, bahan tersebut jadi tidak mudah diasah.


Pisau berbahan karbon lebih lentur dan lunak dibanding stainless steel.
Bahan itu memang mudah ditajamkan tetapi gampang berkarat. Pisau berbahan karbon kerap berada di dapur-dapur rumah tangga. Pisau dapur terbaik adalah yang terbuat dari perpaduan stainless steel dan karbon. Tidak terlalu keras, tajam, mudah diasah, dan tidak berkarat. ''Jenis pisau dapur yang sempurna,'' katanya.


Umumnya, kita cukup menggunakan satu pisau. Namun, sejatinya untuk keperluan memasak, ada beragam pisau yang digunakan. Mulai chef knife, boning knife,vegetable peeler, slicer, hingga butcher knife. Chef knife merupakan jenis pisau yang paling umum.
Jenis itu bisa digunakan untuk beragam keperluan, mulai memotong daging hingga mengupas sayur.


Kegunaan pisau jenis lain lebih spesifik. Misalnya, boning knife yang khusus digunakan untuk memisahkan daging dari tulang (fillet), vegetable peeler untuk mengupas kulit buah atau sayur, slicer yang digunakan untuk memotong daging telah masak, atau butcher knife yang khusus untuk memotong daging mentah. Meski cukup menggunakan chef knife, kata Yanuar, pisau-pisau dengan kegunaan spesifik tersebut perlu dimiliki. Tidak perlu semua. Setidaknya, vegetable peelerdan boning knife perlu ada di dapur kita.(ign/tia)

diKutip dari Harian Jawapos, Jumat (13-03-09)

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja




Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.


1. Jabat Tangan

Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik :

o Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.

o Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.

o Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh

Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala

Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:

o Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.

o Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.

Dikutip dari Harian Kompas, 11-03-09

KUNCI BERHASIL DALAM WAWANCARA KERJA


Saat menghadapi wawancara kerja / interview acap klai kita gugup karena berhadapan langsung dengan pihak perusahaan. Apa yang perlu kita ketahui agar siap & optimis dalam wawancara?

Interview dirancang agar pihak perusahaan dapat bertatap muka sehingga dapat mendengar & melihat langsung penampilan serta jawaban calon karyawan dimana dalam psikotes, perusahaan hanya dapat mengetahui dari jawaban tertulis saja.

Agar tampil meyakinkan di depan pewawancara & tidak gugup, perlu persiapan fisik serta jawaban seputar diri anda dan perusahaan yang saudara lamar

Berpakaianlah yang baik, tunjukkan bahwa anda seorang professional. Gunakan pakaian yang klasik saja, rapi, dan bersih, yang penting baju, celana, sepatu, parfum dan aksesori yang tidak berlebihan. Hal ini memberi kesan positif.

Tunjukkan body language yang positif, ketika masuk ruang wawancara berjalanlah dengan langkah mantap, tegak, & enerjik. Selama duduk berhadapan dengan pewawancara, duduklah tegak, tersenyum positif, buatlah kontak mata yang baik dengan pewawancara untuk menunjukkan bahwa anda memiliki perhatian penuh & percaya diri.

Jaga kelancaran saat berbicara dengan volume suara yang cukup. Bicaralah dengan jelas & jawab pertanyaan dengan cepat. Hal ini untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi anda. Kemampuan berkomunikasi selalu dicari dalam interview dan penting bagi pewawancara dalam membuat keputusan.

Agar lancar dalam menjawab pertanyaan, pelajari resume / CV yang sudah anda kirimkan, Anda perlu menyiapkan jawaban yang lebih detail dari resume, seperti pengalaman kerja, kapan, dimana, bagaimana melakukannya, hasil yang jelas dan sebagainya.

Pelajari perusahaan yang dilamar dengan detail, cari sumber untuk mengetahui profil dari perusahaan dengan akurat. Semakin banyak anda mengetahui kebutuhan perusahaan tersebut semakin membantu anda untuk menjawab.

Berlatihlah untuk memperkenalkan diri agar dapat memberikan citra positif, seperti keunggulan, kemampuan, kepribadian, maupun pengalaman hidup, yang berguna. Jika ditanya tentang kelemahan anda, jawablah dari sudut pandang yang positif, misalnya saya kecil tapi lincah tidak mudah sakit, tahan terhadap tekanan, dapat bekerja keras dsb.

Jangan lupa sampaikan diri anda dengan jujur, tapi dalam sudut pandang yang positif.


Di kutip dari harian Kompas, Sabtu 7 Maret 2009

SHS Yang Pertama Menggunakan Program E-Hors


Untuk Pelatihan Hotel Management Information System Berbasis Web

Kuliah dengan waktu yang singkat mungkin membuat orang mempertanyakan kualitas lulusannya. Namun jika SURABAYA HOTEL SCHOOL pilihannya, Anda tak perlu meragukan itu semua. Mengapa demikian ?? SHS mempunyai materi padat & berkualitas, Instrukturnya adalah praktisi & professional yg berpengalaman di semua bidang perhotelan, teori diberikan dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan fasilitas Laptop + LCD Projector, serta praktek dilakukan secara individu/ perorangan dengan fasilitas praktek yg lengkap & baik. Tak heran jika dalam waktu singkat mahasiswa dapat menguasai banyak hal dengan kualitas lebih baik. Lamanya pendidikan bukan jaminan seseorang menguasai materi lebih baik. Ibarat makanan bergizi yg diolah oleh koki-koki professional maka hasilnya pasti akan lebih bagus dibandingkan makan banyak tapi tidak bergizi.

Biaya Murah Tapi Tidak Murahan, Didukung dengan Fasilitas Yang Lengkap

Biaya di SHS secara keseluruhan selama 1 tahun hanya Rp 7,2 juta. Semua biaya tersebut sudah termasuk seragam,buku diktat siswa, uang praktek, asuransi siswa, uang ujian dan biaya OJT. Fasilitas yg diberikan oleh SHS pada mahasiswanya adalah :

1. Praktek banyak sekali (70%) bahan praktek disiapkan SHS. Mahasiswa tidak perlu bayar lagi biaya praktek (di sekolah lain praktek harus bayar & mahal).

2. Ruang & Peralatan praktek lengkap, antara lain:

a. Di SHS ada 4 ruang kitchen untuk praktek Food Product, Pastry Bakery, Japanese & Dim Sum.

b. Ruang besar untuk praktek Making Bed.

c. Ruang besar & exclusive untuk praktek Bar & Restaurant.

d. Ruang Laboratorium computer untuk praktek FO, Accounting & praktek Hotel Management Information System (HMIS) dengan program E-Hors berbasis WEB (SHS adalah sekolah pertama di Indonesia yg menggunakan program E-Hors). Lab Computer bisa juga untuk praktek Telephone operator, Laboratorium Bahasa, praktek internet, dll.

Kualitas SHS Bagus

Kualitas lulusan SHS diakui bagus oleh banyak Perusahan Dalam Negeri maupun International. Alumni selain sukses bekerja di Perusahaan dalam negeri ataupun International mereka juga banyak yang sukses membuka usaha sendiri. Beberapa faktor yg menjadikan lulusan SHS berkualitas, karena :

1. Instruktur adalah praktisi & professional yg berpengalaman, mumpuni, ahli di bidang masing2.

2. Kurrikulum selalu “Up-Date” sesuai dengan kebutuhan industri (maaf bukan kurrikulum basi yg sudah kadaluwarsa).

3. Setiap mahasiswa praktek sendiri2/ individual bukan berkelompok.

4. Teori diberikan dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan fasilitas Laptop + LCD Proyektor, Instruktur lebih bersifat fasilitator. Mahasiswa lebih banyak diajak diskusi untuk memecahkan study kasus.

5. Sejak awal mahasiswa diajak untuk ikut program casual/ part time/ paruh waktu agar mahasiswa bisa lebih terlatih menangani pekerjaan2 & bisa berinteraksi dengan tamu2.

6. Mahasiswa SHS dengan mudah diterima training di perusahaan2 yg bagus & bonafide, kebanyakan mereka langsung direkrut oleh perusahaan tempat training tersebut. Banyak sekali yg berkarier dengan bagus & menduduki jabatan2 strategis di perusahaan tersebut.

7. Banyaknya perusahaan2 dalam & luar negeri ternama yg mempercayakan ke SHS untuk mengisi lowongan & peluang pekerjaan yg ada di perusahaan tersebut. Ini bukti kualitas SHS!

8. Semua mahasiswa dilatih juga untuk menjadi wirausaha2 yg sukses.

Ternyata Memasak Itu Tidak Gampang


Ungkapan ini disampaikan sejumlah pesertacooking class di Surabaya Hotel School (SHS) yang diikuti wartawati dari berbagai media massa, Sabtu (20/12).

”Biasanya saya sering beli makanan langsung jadi dan tinggal makan. Tapi setelah praktek masak sendiri, ternyata masak itu tidak gampang. Perlu kesabaran dan keahlian,” kata ANGGRAINI wartawati Surabaya Post pada suarasurabaya.net.

Meski begitu diakui AANG sapaan ANGGRAINI, memasak juga menyenangkan. ”Kalau menikmati hasil masakan kita sendiri dan rasanya enak, puas juga rasanya. Tapi saya saat ini belum PD (percaya diri--Red) kalau masakan saya enak bagi orang lain, nanti rasanya pas nggak karu-karuan,” ungkapnya sambil tertawa.

Hal senada dikatakan MANDA wartawati Surabaya City Guide. ”Yang pasti buat saya memasak itu menyenangkan. Bisa untuk hiburan. Bisa untuk menyenangkan anak maupun suami. Adanya cooking class di SHS ini nambah wawasan untuk lebih bisa berkreasi di rumah dengan menu-menu yang sudah diajarkan hari ini. Puas deh rasanya, gratis, dapat ilmu lagi,” ujarnya.

Sementara itu MARTHA wartawati Harian Surya yang datang terlambat merasa menyesal tidak ikut kegiatan ini mulai awal. ”Ya soalnya tadi pagi aku liputan dulu, jadi datang terlambat. Enak ya kalau ikut sejak tadi pagi. Sekarang hanya kebagian buat menu spaghetti saja,” ungkapnya menjelang cooking class selesai.

Cooking class yang diikuti lebih dari 10 peserta ini dibimbing langsung 3 instruktur SHS, yaitu ISDIYANTO Chef Hotel Inna Simpang, SUPRIYADI chef Sahid Hotel, dan DIBYO Chef Majapahit Hotel. Sesekali juga BAGUS SUPOMO Direktur Eksekutif SHS memantau selama kegiatan ini berlangsung.

”Ayo, gampang kok masak itu. Anggap saja ini sebagai hiburan. Kapan lagi bisa kayak gini, jangan hanya mburu berita terus. Kalau mau praktek di rumah bahannya juga mudah didapatkan, murah-murah, terjamin juga hiegenisnya, karena yang masak kita sendiri,” kata BAGUS SUPOMO menyemangati para wartawati tersebut.

Kegiatan yang digekar dalam rangka Hari Ibu ini, kata BAGUS akan dilaksanakan lagi jika para wartawati menghendakinya. ”Kalau mau lagi nggak apa-apa setiap Sabtu ke sini saja. Mau diajari menu apa? Tapi harus konsisten, harus kompak. Ya... paling tidak Januari-lah kita adakan lagi ya...!” kata BAGUS di-iya-kan para wartawati tersebut.


Suara Surabaya, Minggu 20 Desember 2008