2009/06/19

Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja




Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.


1. Jabat Tangan

Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik :

o Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.

o Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.

o Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.

Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh

Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala

Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:

o Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.

o Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.

Dikutip dari Harian Kompas, 11-03-09

KUNCI BERHASIL DALAM WAWANCARA KERJA


Saat menghadapi wawancara kerja / interview acap klai kita gugup karena berhadapan langsung dengan pihak perusahaan. Apa yang perlu kita ketahui agar siap & optimis dalam wawancara?

Interview dirancang agar pihak perusahaan dapat bertatap muka sehingga dapat mendengar & melihat langsung penampilan serta jawaban calon karyawan dimana dalam psikotes, perusahaan hanya dapat mengetahui dari jawaban tertulis saja.

Agar tampil meyakinkan di depan pewawancara & tidak gugup, perlu persiapan fisik serta jawaban seputar diri anda dan perusahaan yang saudara lamar

Berpakaianlah yang baik, tunjukkan bahwa anda seorang professional. Gunakan pakaian yang klasik saja, rapi, dan bersih, yang penting baju, celana, sepatu, parfum dan aksesori yang tidak berlebihan. Hal ini memberi kesan positif.

Tunjukkan body language yang positif, ketika masuk ruang wawancara berjalanlah dengan langkah mantap, tegak, & enerjik. Selama duduk berhadapan dengan pewawancara, duduklah tegak, tersenyum positif, buatlah kontak mata yang baik dengan pewawancara untuk menunjukkan bahwa anda memiliki perhatian penuh & percaya diri.

Jaga kelancaran saat berbicara dengan volume suara yang cukup. Bicaralah dengan jelas & jawab pertanyaan dengan cepat. Hal ini untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi anda. Kemampuan berkomunikasi selalu dicari dalam interview dan penting bagi pewawancara dalam membuat keputusan.

Agar lancar dalam menjawab pertanyaan, pelajari resume / CV yang sudah anda kirimkan, Anda perlu menyiapkan jawaban yang lebih detail dari resume, seperti pengalaman kerja, kapan, dimana, bagaimana melakukannya, hasil yang jelas dan sebagainya.

Pelajari perusahaan yang dilamar dengan detail, cari sumber untuk mengetahui profil dari perusahaan dengan akurat. Semakin banyak anda mengetahui kebutuhan perusahaan tersebut semakin membantu anda untuk menjawab.

Berlatihlah untuk memperkenalkan diri agar dapat memberikan citra positif, seperti keunggulan, kemampuan, kepribadian, maupun pengalaman hidup, yang berguna. Jika ditanya tentang kelemahan anda, jawablah dari sudut pandang yang positif, misalnya saya kecil tapi lincah tidak mudah sakit, tahan terhadap tekanan, dapat bekerja keras dsb.

Jangan lupa sampaikan diri anda dengan jujur, tapi dalam sudut pandang yang positif.


Di kutip dari harian Kompas, Sabtu 7 Maret 2009

SHS Yang Pertama Menggunakan Program E-Hors


Untuk Pelatihan Hotel Management Information System Berbasis Web

Kuliah dengan waktu yang singkat mungkin membuat orang mempertanyakan kualitas lulusannya. Namun jika SURABAYA HOTEL SCHOOL pilihannya, Anda tak perlu meragukan itu semua. Mengapa demikian ?? SHS mempunyai materi padat & berkualitas, Instrukturnya adalah praktisi & professional yg berpengalaman di semua bidang perhotelan, teori diberikan dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan fasilitas Laptop + LCD Projector, serta praktek dilakukan secara individu/ perorangan dengan fasilitas praktek yg lengkap & baik. Tak heran jika dalam waktu singkat mahasiswa dapat menguasai banyak hal dengan kualitas lebih baik. Lamanya pendidikan bukan jaminan seseorang menguasai materi lebih baik. Ibarat makanan bergizi yg diolah oleh koki-koki professional maka hasilnya pasti akan lebih bagus dibandingkan makan banyak tapi tidak bergizi.

Biaya Murah Tapi Tidak Murahan, Didukung dengan Fasilitas Yang Lengkap

Biaya di SHS secara keseluruhan selama 1 tahun hanya Rp 7,2 juta. Semua biaya tersebut sudah termasuk seragam,buku diktat siswa, uang praktek, asuransi siswa, uang ujian dan biaya OJT. Fasilitas yg diberikan oleh SHS pada mahasiswanya adalah :

1. Praktek banyak sekali (70%) bahan praktek disiapkan SHS. Mahasiswa tidak perlu bayar lagi biaya praktek (di sekolah lain praktek harus bayar & mahal).

2. Ruang & Peralatan praktek lengkap, antara lain:

a. Di SHS ada 4 ruang kitchen untuk praktek Food Product, Pastry Bakery, Japanese & Dim Sum.

b. Ruang besar untuk praktek Making Bed.

c. Ruang besar & exclusive untuk praktek Bar & Restaurant.

d. Ruang Laboratorium computer untuk praktek FO, Accounting & praktek Hotel Management Information System (HMIS) dengan program E-Hors berbasis WEB (SHS adalah sekolah pertama di Indonesia yg menggunakan program E-Hors). Lab Computer bisa juga untuk praktek Telephone operator, Laboratorium Bahasa, praktek internet, dll.

Kualitas SHS Bagus

Kualitas lulusan SHS diakui bagus oleh banyak Perusahan Dalam Negeri maupun International. Alumni selain sukses bekerja di Perusahaan dalam negeri ataupun International mereka juga banyak yang sukses membuka usaha sendiri. Beberapa faktor yg menjadikan lulusan SHS berkualitas, karena :

1. Instruktur adalah praktisi & professional yg berpengalaman, mumpuni, ahli di bidang masing2.

2. Kurrikulum selalu “Up-Date” sesuai dengan kebutuhan industri (maaf bukan kurrikulum basi yg sudah kadaluwarsa).

3. Setiap mahasiswa praktek sendiri2/ individual bukan berkelompok.

4. Teori diberikan dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan fasilitas Laptop + LCD Proyektor, Instruktur lebih bersifat fasilitator. Mahasiswa lebih banyak diajak diskusi untuk memecahkan study kasus.

5. Sejak awal mahasiswa diajak untuk ikut program casual/ part time/ paruh waktu agar mahasiswa bisa lebih terlatih menangani pekerjaan2 & bisa berinteraksi dengan tamu2.

6. Mahasiswa SHS dengan mudah diterima training di perusahaan2 yg bagus & bonafide, kebanyakan mereka langsung direkrut oleh perusahaan tempat training tersebut. Banyak sekali yg berkarier dengan bagus & menduduki jabatan2 strategis di perusahaan tersebut.

7. Banyaknya perusahaan2 dalam & luar negeri ternama yg mempercayakan ke SHS untuk mengisi lowongan & peluang pekerjaan yg ada di perusahaan tersebut. Ini bukti kualitas SHS!

8. Semua mahasiswa dilatih juga untuk menjadi wirausaha2 yg sukses.

Ternyata Memasak Itu Tidak Gampang


Ungkapan ini disampaikan sejumlah pesertacooking class di Surabaya Hotel School (SHS) yang diikuti wartawati dari berbagai media massa, Sabtu (20/12).

”Biasanya saya sering beli makanan langsung jadi dan tinggal makan. Tapi setelah praktek masak sendiri, ternyata masak itu tidak gampang. Perlu kesabaran dan keahlian,” kata ANGGRAINI wartawati Surabaya Post pada suarasurabaya.net.

Meski begitu diakui AANG sapaan ANGGRAINI, memasak juga menyenangkan. ”Kalau menikmati hasil masakan kita sendiri dan rasanya enak, puas juga rasanya. Tapi saya saat ini belum PD (percaya diri--Red) kalau masakan saya enak bagi orang lain, nanti rasanya pas nggak karu-karuan,” ungkapnya sambil tertawa.

Hal senada dikatakan MANDA wartawati Surabaya City Guide. ”Yang pasti buat saya memasak itu menyenangkan. Bisa untuk hiburan. Bisa untuk menyenangkan anak maupun suami. Adanya cooking class di SHS ini nambah wawasan untuk lebih bisa berkreasi di rumah dengan menu-menu yang sudah diajarkan hari ini. Puas deh rasanya, gratis, dapat ilmu lagi,” ujarnya.

Sementara itu MARTHA wartawati Harian Surya yang datang terlambat merasa menyesal tidak ikut kegiatan ini mulai awal. ”Ya soalnya tadi pagi aku liputan dulu, jadi datang terlambat. Enak ya kalau ikut sejak tadi pagi. Sekarang hanya kebagian buat menu spaghetti saja,” ungkapnya menjelang cooking class selesai.

Cooking class yang diikuti lebih dari 10 peserta ini dibimbing langsung 3 instruktur SHS, yaitu ISDIYANTO Chef Hotel Inna Simpang, SUPRIYADI chef Sahid Hotel, dan DIBYO Chef Majapahit Hotel. Sesekali juga BAGUS SUPOMO Direktur Eksekutif SHS memantau selama kegiatan ini berlangsung.

”Ayo, gampang kok masak itu. Anggap saja ini sebagai hiburan. Kapan lagi bisa kayak gini, jangan hanya mburu berita terus. Kalau mau praktek di rumah bahannya juga mudah didapatkan, murah-murah, terjamin juga hiegenisnya, karena yang masak kita sendiri,” kata BAGUS SUPOMO menyemangati para wartawati tersebut.

Kegiatan yang digekar dalam rangka Hari Ibu ini, kata BAGUS akan dilaksanakan lagi jika para wartawati menghendakinya. ”Kalau mau lagi nggak apa-apa setiap Sabtu ke sini saja. Mau diajari menu apa? Tapi harus konsisten, harus kompak. Ya... paling tidak Januari-lah kita adakan lagi ya...!” kata BAGUS di-iya-kan para wartawati tersebut.


Suara Surabaya, Minggu 20 Desember 2008

Sambut Hari Ibu, SHS Ajari Wartawati Memasak


MELIPUT lalu menuliskannya jadi berita ibarat menu sehari-hari bagi wartawati. Namun memasak mungkin tidak, terutama bagi yang masih lajang, karena sibuk atau enggan. Banyak yang memilih makan di luar rumah dari pada memasak dengan alasan tak sempat atau capek.

Menyadari keadaan demikian, Surabaya Hotel School (SHS) menggelar cooking class (belajar memasak) bagi wartawati di Surabaya yang diikuti sekitar 10 orang dari berbagai media di dapur sekolah itu.

Direktur Eksekutif Surabaya Hotel School, Bagus Supomo, mengatakan kegiatan ini pertama kali digelar yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Bila para wartawati menghendaki, bisa dilaksanakan lagi. Ia ingin kegiatan ini berlangsung dengan cara menyenangkan.

Bagus mengajak wartawati untuk tak hanya memburu berita dan dikejar deadline, namun juga menikmati aktivitas lain yang bermanfaat bagi sehari-hari yaitu memasak. Jika bisa memasak, selain puas dengan hasil olahan sendiri, juga bisa menyenangkan keluarga.

“Orang mungkin tak selamanya jadi wartawati. Siapa tahu alih profesi yang berkaitan dengan makanan. Kalaupun tidak alih profesi, punya keahlian memasak bisa jadi selingan,” ujarnya.

Cooking class itu dipandu dengan telaten oleh tiga instruktur SHS yaitu Isdiyanto Chef Hotel Inna Simpang, Supriyadi Chef Hotel Sahid dan Dibyo Chef Hotel Majapahit. Menu yang diajarkan adalah membuat omelette (telur dadar dengan beberapa macam isi), mayonnaise, sandwich, hotdog, burger dan spaghetti.

Sebenarnya tak sulit bagi mereka yang biasa memasak, namun berbeda bagi wartawati yang lebih gesit meliput dan mengetik berita. Ada yang salah cara memegang dan mengiris paprika, bawang Bombay, atau kagok mengocok telur misalnya.

“Maklum biasanya pegang bolpen dan komputer,” komentar salah satu chef memaklumi yang disahut tawa para peserta lain.

“Ternyata memasak itu nggak gampang ya. Capek. Kalau tinggal makan, enak. Mending disuruh cari berita dan ngetik,” ujar seorang peserta sambil mengelap tangan dengan celemek.

Bagus memberi semangat para peserta dan ikut memantau kegiatan. Sesekali ia mencicipi hasil olahan. “Sudah enak, cuma kurang garam sedikit,” hiburnya.(lia/red)


Surabaya, Minggu, 21/12/2008, natalia trijaji-jawakini

MENGHINDARI PHK, BERWIRAUSAHALAH!


RESENSI dunia yang semakin dahsyat melanda hamper semua negara di dunia membuat semua kalangan merasakan dampaknya. Walau belum signifikan, namun diprediksi akan semakin terasa akibatnya. Dari pejabat hingga rakyat jelata, dari pengusaha sampai buruh kerja.

Harga bahan baku yang semakin merangkak naik dan daya beli masyarakat yang mulai menurun, membuat para pengusaha mulai berpikir bagaimana cara menjaga kestabilan keuangan perusahaan. Dari memangkas biaya produksi sampai mulai mengurangi jumlah karyawan, atau biasa kita dengar istilah eufitimistisnya “merumahkan” serta melakukan pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Cara terakhir inilah yang sering dilakukan para pengusaha. Mereka beranggapan inilah yang terbaik. Padahal dibalik itu semua, harusnya mereka sadari betapa banyak keluarga yang akan mereka korbankan untuk kepentingan perusahaan. Benar-benar keputusan yang sangat sulit di saat yang seperti ini.

Pemerintah pun hanya bisa menghimbau kepada kalangan pengusaha untuk tidak melakukan PHKdi saat seperti ini. Sekali lagi, hanya menghimbau . tidak ada langkah konkret yang dilakukan.

Sudah saatnya para buruh untuk berpikir luas dan lebih kreatif. Mulailah berpikir untuk berwirausaha. Para buruh tidak perlu takut untuk menghadapi baying-bayang ancaman PHK dari perusahaan, jika mereka bisa berwirausaha. Walau hanya usaha skala kecil, tentu sedikit demi sedikit akan berkembang. Jangan pernah lupa bahwa pengusaha-pengusaha yang saat ini mengaji dan memperkerjakan mereka adalah orang-orang yang dulunya mulai dari hal yang kecil. Masih banyak peluang usaha yang dapat digali. Masih banyak juga para pengangguran, terutama pengangguran terididik di Indonesia. Sehingga masih banyak peluang untuk mereka membantu para pengangguran keluar dari permasalahannya.

Seperti yang dikatakan oleh Purdi E Chandra dalam “Cara Gila Jadi Pengusaha”, memulai usaha bisa hanya bermodal semangat pantang menyerah dan bantuan doa. Jangan pernah berpikir bahwa yang namanya modal hanya berupa uang. (*)

Oleh : Pramudita Aulia, Mahasiswa Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

Dikutip dari SINDO, 29 November 2008

SHS dikunjungi Menteri Ekonomi Belanda



Dihari jadi SHS ke-20 lalu, SHS mendapatkan kado special yaitu kunjungan Menteri Ekonomi Belanda pada hari Rabu tgl 12 November 2008.


Kedatangan Menteri M.Van der Hoeven merupakan suatu kehormatan & kebanggaan bagi SHS. Karena hanya SHS satu2nya sekolah perhotelan yg menjadi project PUM pertama dan yg dikunjungi Menteri .


Dalam kunjungannya ke SHS, selain untuk membicarakan program pendidikan yg ada di SHS, beliau juga berkeliling melihat fasilitas yg ada. Beliau sempat kagum karena fasilitas yg dimiliki SHS sejak SHS berdiri sampai sekarang, semuanya diupayakan secara mandiri, dan SHS tdk berorientasi bisnis. Beliau salut pada management SHS yg bisa menjalankan semua program pendidikan sekalipun SHS tdk berorientasikan bisnis tapi malahan masih bisa membantu mereka2 dari kalangan tidak mampu.

Bersamaan dengan kunjungan tersebut di launching juga “Lab. Komputer” untuk pelatihan “Front Office & Accounting”. Jadi saat siswa belajar tentang accounting dan front office, mereka bukan hanya belajar teori tp langsung bisa mempraktekan ilmu yg mereka dapat. Penggabungan antara teori & praktek sudah di terapkan SHS sejak awal agar alumni tdk canggung lagi saat mereka bekerja.

Di ruang House keeping, saat melihat siswa2 yg sedang praktek making bed, sempat ada dialog antara siswa & Menteri. Menteri kagum akan cita2 serta keinginan mereka, karena rata2 stlh lulus dari SHS,mereka ingin bekerja di Kapal Pesiar Luar Negri ataupun di Hotel2 bertaraf Internasional. Mereka ingin sepert alumni SHS yg sdh berhasil duluan di negeri orang.


Begitu juga saat Menteri melihat kelas Fruit & Vegetables Carving, dimana saat itu kelas carving sedang praktek untuk mengukir buah.


Beliau sangat kagum akan kemahiran mahasiswa SHS yg dalam waktu singkat sdh bisa mengukir buah & sayur spt seorang yg professional.

Diakhir kunjungan beliau menyatakan senang bisa melihat semua fasilitas yg tersedia di SHS untuk membuat siswanya pintar serta cekatan dlm melakukan pekerjaan dengan biaya MURAH. Rangkaian Kunjungan ini adalah bentuk penghargaan PUM Belanda kepada SHS yg selama 2 thn ini telah diberi bantuan. PUM Belanda telah mengirimkan Senior Expert dalam bidang Pastry Bakery selama 2 minggu di SHS pada pertengahan Oktober-awal Nov’ 2008.